Panen Merah di Pasar Baubau: Harga Cabai dan Bawang Merah Melambung, Komoditas Lain Justru Turun
Baubau– Ibu-ibu rumah tangga dan para pelaku kuliner di Kota Baubau perlu mempersiapkan kantong lebih dalam. Menjelang akhir Oktober 2025, pasar tradisional dan modern di kota ini diwarnai oleh kenaikan harga yang signifikan pada dua bumbu dapur primadona: cabai dan bawang merah. Suasana di pasar terasa berbeda, dengan para pembeli mulai lebih cermat membandingkan harga sebelum membeli.

Baca Juga : Keributan Mencekam Pecah Di Batupoaro
Lonjakan Harga yang Terpantau Jelas
Berdasarkan pemantauan harian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Baubau, grafik harga untuk komoditas tersebut menunjukkan tren yang konsisten naik. Kenaikannya tidak main-main, berada dalam rentang 4,3% hingga 13% dibandingkan pekan sebelumnya.
-
Bawang Merah kini dijual rata-rata Rp43.000 per kilogram.
-
Aneka Cabai mengikutinya dengan ketat. Baik cabai merah besar, keriting, hingga yang pedasnya bikin meledak, cabai rawit, harganya berjejal di kisaran Rp40.000 hingga Rp41.000 per kilogram.
Apa Penyebab di Balik Kenaikan Ini?
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, memberikan penjelasan terperinci mengenai fenomena ini. Menurutnya, ada dua faktor utama yang menjadi pemicu, dengan penyebab yang berbeda untuk masing-masing komoditas.
“Untuk bawang merah, kenaikan ini terutama didorong oleh kenaikan harga di tingkat distributor atau grosir utama. Ini adalah dampak rantai pasokan dari daerah penghasil,” jelas La Ode Ali Hasan. Artinya, fluktuasi harga di tingkat nasional langsung berdampak pada harga eceran di Baubau.
Sementara itu, nasib cabai sedikit berbeda. “Sedangkan untuk aneka cabai, kenaikan terjadi terutama karena ketersediaan stok di pasar lokal kita sendiri yang mulai menipis dan terbatas,” tambahnya.
Ada Sisi Terang: Komoditas Ini Justru Harganya Turun
Di balik awan gelap harga cabai dan bawang, terdapat kabar gembira untuk komoditas pangan lainnya. Dinas Perdagangan mencatat beberapa harga justru mengalami penurunan yang signifikan, yang bisa menjadi penyeimbang bagi anggaran belanja keluarga.
-
Beras Premium 788: Turun 0,8%.
-
Kentang: Turun cukup dalam, yaitu 10,5%.
-
Ikan Kembung dan Cakalang: Turun ringan antara 0,1% hingga 1%.
La Ode Ali Hasan juga menjelaskan alasan di balik tren positif ini. “Penurunan harga beras terjadi seiring dengan penurunan harga di tingkat distributor. Sementara untuk ikan, harga yang lebih terjangkau ini disebabkan oleh hasil tangkapan nelayan yang sedang melimpah di perairan sekitar,” paparnya. Musim tangkapan yang baik menjadi berkah tersendiri bagi para penggemar hidangan laut.
Stabilitas di Tengah Gejolak
Yang patut disyukuri, tidak semua komoditas mengalami gejolak harga. Dinas Perdagangan Baubau memastikan bahwa sejumlah bahan pokok kunci lainnya masih stabil dan tidak terpengaruh. Berikut daftar harganya:
-
Beras SPHP: Rp12.300/kg
-
Gula Pasir: Rp18.000/kg
-
Minyak Kita Kemasan Bantal: Rp16.000/liter
-
Daging Sapi: Rp150.000/kg
-
Ayam Potong Jumbo: Rp65.000/ekor
-
Telur Ayam Ras: Rp60.000–Rp64.000 per rak
Stabilitas ini menjadi pondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Langkah Antisipasi Menjelang Akhir Tahun
Menyikapi dinamika pasar ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Baubau menyatakan akan terus memperketat pemantauan. “Kami akan terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok di semua pasar secara intensif. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pasokan dan memastikan bahwa kebutuhan seluruh masyarakat Kota Baubau tetap terpenuhi dengan baik, terutama dalam menyambut masa-masa akhir tahun,” tutup La Ode Ali Hasan memberikan penegasan.



