Akses Bandara Betoambari Kembali Dibuka, Blokade Warga Berakhir Damai Setelah Negosiasi Intensif
Mediaex Baubau- Setelah beberapa hari mengalami gangguan akibat akses yang terblokir, aktivitas di Bandara Betoambari Kota Baubau akhirnya kembali berdenyut normal. Tumpukan material tanah dan bebatuan yang sempat menutup pintu gerbang utama bandara berhasil dibersihkan oleh Tim Gabungan dari Polres Baubau dan Polsek Murhum, Senin (tanggal bisa disisipkan).

Baca Juga : Gerakan Transformasi Perpustakaan Baubau Sebagai Pusat Sosial Dan Kreativitas
Keberhasilan ini menandai berakhirnya ketegangan yang sempat menyelimuti gerbang bandara, yang terletak di Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari. Proses pembersihan yang berlangsung dari pukul 10.00 WITA hingga 15.00 WITA tersebut berjalan lancar dan damai, tanpa insiden berarti.
Aksi Blokade dan Dampaknya
Sebelumnya, akses keluar-masuk bandara—gerbang nadi bagi mobilitas warga Baubau dan sekitarnya—terpaksa lumpuh. Tumpukan material yang sengaja ditimbun oleh sejumlah warga telah memutus arus transportasi, mengganggu perjalanan penumpang, dan berpotensi mengacaukan logistik kargo. Aksi blokade ini merupakan bentuk unjuk rasa warga yang menuntut penyelesaian persoalan terkait klaim kepemilikan atau kompensasi lahan yang berhubungan dengan bandara.
Penyelesaian dengan Pendekatan Persuasi, Bukan Paksa
Yang membedakan penyelesaian kali ini adalah pendekatan humanis yang diutamakan oleh aparat. Kapolsek Murhum, Ipda Haris Eka Putra, menekankan bahwa jalan dialog menjadi kunci utama.
“Alhamdulillah, kegiatan pembersihan tumpukan timbunan di depan Bandara Betoambari telah berhasil kita selesaikan pukul 15.00 WITA dalam situasi yang benar-benar aman dan terkendali,” ujar Ipda Haris. “Semua ini kita lakukan dengan pendekatan komunikasi yang intensif dan persuasif, tanpa menggunakan cara-cara represif atau kekerasan sama sekali.”
Ipda Haris menjelaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari komunikasi tiga pihak yang tak kenal lelah antara jajaran kepolisian (Polres Baubau dan Polsek Murhum), manajemen Bandara Betoambari, dan perwakilan warga yang mengadakan unjuk rasa.
Mengutamakan Layanan Publik dan Keamanan Berkelanjutan
Prioritas utama dari operasi ini, menurut Kapolsek, adalah pemulihan layanan publik secepat mungkin. Bandara Betoambari bukan hanya simbol kota, tetapi merupakan fasilitas vital yang menghubungkan Baubau dengan daerah lain.
“Tujuan utama kami adalah membuka kembali akses penuh menuju Bandara Betoambari, yang notabene merupakan objek vital nasional dan ujung tombak pelayanan publik bagi masyarakat banyak,” tegas Ipda Haris.
Meski blokade telah berhasil dibersihkan, kewaspadaan tidak serta-merta dicabut. Untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif pascapembukaan, personel keamanan akan tetap disiagakan di titik-titik strategis, terutama di pintu masuk bandara. Langkah ini sebagai bentuk antisipasi dan komitmen polisi untuk menjaga stabilitas, sambil melanjutkan dialog konstruktif untuk menyelesaikan akar permasalahan lahan hingga tuntas.




