, ,

Bandara Betoambari Baubau Kembali Beroperasi Normal Pasca-Blokade Material

oleh -978 Dilihat

Akses Bandara Betoambari Kembali Dibuka, Blokade Warga Berakhir Damai Setelah Negosiasi Intensif

Mediaex Baubau- Setelah beberapa hari mengalami gangguan akibat akses yang terblokir, aktivitas di Bandara Betoambari Kota Baubau akhirnya kembali berdenyut normal. Tumpukan material tanah dan bebatuan yang sempat menutup pintu gerbang utama bandara berhasil dibersihkan oleh Tim Gabungan dari Polres Baubau dan Polsek Murhum, Senin (tanggal bisa disisipkan).

Bandara Betoambari Baubau Kembali Beroperasi Normal Pasca-Blokade Material
Bandara Betoambari Baubau Kembali Beroperasi Normal Pasca-Blokade Material

Baca Juga : Gerakan Transformasi Perpustakaan Baubau Sebagai Pusat Sosial Dan Kreativitas

Keberhasilan ini menandai berakhirnya ketegangan yang sempat menyelimuti gerbang bandara, yang terletak di Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari. Proses pembersihan yang berlangsung dari pukul 10.00 WITA hingga 15.00 WITA tersebut berjalan lancar dan damai, tanpa insiden berarti.

Aksi Blokade dan Dampaknya

Sebelumnya, akses keluar-masuk bandara—gerbang nadi bagi mobilitas warga Baubau dan sekitarnya—terpaksa lumpuh. Tumpukan material yang sengaja ditimbun oleh sejumlah warga telah memutus arus transportasi, mengganggu perjalanan penumpang, dan berpotensi mengacaukan logistik kargo. Aksi blokade ini merupakan bentuk unjuk rasa warga yang menuntut penyelesaian persoalan terkait klaim kepemilikan atau kompensasi lahan yang berhubungan dengan bandara.

Penyelesaian dengan Pendekatan Persuasi, Bukan Paksa

Yang membedakan penyelesaian kali ini adalah pendekatan humanis yang diutamakan oleh aparat. Kapolsek Murhum, Ipda Haris Eka Putra, menekankan bahwa jalan dialog menjadi kunci utama.

“Alhamdulillah, kegiatan pembersihan tumpukan timbunan di depan Bandara Betoambari telah berhasil kita selesaikan pukul 15.00 WITA dalam situasi yang benar-benar aman dan terkendali,” ujar Ipda Haris. “Semua ini kita lakukan dengan pendekatan komunikasi yang intensif dan persuasif, tanpa menggunakan cara-cara represif atau kekerasan sama sekali.”

Ipda Haris menjelaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari komunikasi tiga pihak yang tak kenal lelah antara jajaran kepolisian (Polres Baubau dan Polsek Murhum), manajemen Bandara Betoambari, dan perwakilan warga yang mengadakan unjuk rasa.

Mengutamakan Layanan Publik dan Keamanan Berkelanjutan

Prioritas utama dari operasi ini, menurut Kapolsek, adalah pemulihan layanan publik secepat mungkin. Bandara Betoambari bukan hanya simbol kota, tetapi merupakan fasilitas vital yang menghubungkan Baubau dengan daerah lain.

“Tujuan utama kami adalah membuka kembali akses penuh menuju Bandara Betoambari, yang notabene merupakan objek vital nasional dan ujung tombak pelayanan publik bagi masyarakat banyak,” tegas Ipda Haris.

Meski blokade telah berhasil dibersihkan, kewaspadaan tidak serta-merta dicabut. Untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif pascapembukaan, personel keamanan akan tetap disiagakan di titik-titik strategis, terutama di pintu masuk bandara. Langkah ini sebagai bentuk antisipasi dan komitmen polisi untuk menjaga stabilitas, sambil melanjutkan dialog konstruktif untuk menyelesaikan akar permasalahan lahan hingga tuntas.

Pihak Bandara: Kini Fokus pada Pemulihan Layanan

Manajemen Bandara Betoambari menyambut baik penyelesaian ini. Selanjutnya, pihak bandara langsung mengambil langkah cepat untuk memulihkan pelayanan secara penuh. “Kami berterima kasih kepada semua pihak atas resolusi damai ini. Saat ini, fokus utama kami adalah menormalkan operasional dan memastikan kenyamanan bagi para penumpang,” jelas Manajer Bandara Betoambari, Ahmad Faisal.

Lebih lanjut, Faisal menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan maskapai untuk menginformasikan kondisi normal ini. Dengan demikian, para calon penumpang dapat kembali merencanakan perjalanan mereka tanpa hambatan.

Masyarakat Mengharapkan Solusi Berkelanjutan

Di sisi lain, masyarakat, terutama para pengunjuk rasa, juga menunjukkan sikap kooperatif. Perwakilan warga, Bapak Sulaeman, menyatakan bahwa mereka memutuskan untuk membuka akses karena melihat keseriusan pemerintah dan kepolisian dalam menangani aspirasi mereka. “Kami memilih jalan damai karena kami percaya dialog akan membawa hasil. Namun, kami tetap menunggu tindak lanjut nyata terhadap tuntutan kami. Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah segera membentuk tim mediasi untuk membahas masalah lahan ini hingga tuntas,” tuturnya.

Kepolisian Akan Terus Mendampingi Proses Dialog

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Baubau, AKBP Rudi Harsono, menegaskan komitmennya. “Keberhasilan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses yang lebih panjang. Selanjutnya, kami akan bertindak sebagai fasilitator untuk memastikan dialog antara warga dan pemangku kepentingan terkait berjalan dengan baik. Tujuan kami adalah menemukan solusi yang adil dan bermartabat bagi semua pihak.”

Kesimpulan: Normalisasi Akses, Langkah Awal Menuju Penyelesaian

Pada akhirnya, normalisasi akses Bandara Betoambari ini menjadi contoh nyata bahwa penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan komunikasi dapat membuahkan hasil. Meskipun akses fisik sudah terbuka, perjalanan menuju penyelesaian akar masalah masih berlanjut.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.