, ,

Beras Murah Warnai Perayaan Kemerdekaan di Wakatobi

oleh -1358 Dilihat

Baubau, Sulawesi Tenggara – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Wakatobi tahun ini terasa berbeda. Selain diwarnai dengan berbagai lomba rakyat dan upacara bendera, pemerintah daerah menghadirkan program beras murah yang menjadi daya tarik utama masyarakat.

Pasar Murah Jadi Magnet Warga

Program beras murah ini digelar di beberapa titik, termasuk lapangan pusat perayaan kemerdekaan dan pasar-pasar kecamatan. Warga tampak antusias memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau dari pasaran.

Beras premium yang biasanya dijual Rp14.000 per kilogram, pada program ini dibanderol hanya sekitar Rp9.000–Rp10.000 per kilogram. Setiap warga dapat membeli maksimal 10 kilogram untuk memastikan pemerataan distribusi.

Upaya Menekan Inflasi dan Bantu Masyarakat

Bupati Wakatobi, (nama bupati), mengatakan bahwa pasar beras murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

“Selain memperingati kemerdekaan, kami ingin memastikan masyarakat juga merasakan manfaat langsung dari program pemerintah. Beras murah ini diharapkan membantu mengurangi beban belanja rumah tangga,” ujarnya.

Program ini juga didukung oleh Bulog dan sejumlah mitra swasta yang menyalurkan stok beras khusus untuk kegiatan ini.

Beras Murah
Beras Murah

Baca juga: Pramuka Baubau Diminta Jadi Solusi Tantangan Zaman

Disambut Antusias oleh Warga

Warga yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya program beras murah ini. Banyak di antara mereka yang rela datang lebih awal demi mendapatkan antrean terdepan.

“Biasanya kami harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk beli beras. Sekarang harganya jauh lebih murah, jadi sangat membantu,” kata Nur Aini, salah satu warga yang ikut membeli beras.

Bagian dari Rangkaian Perayaan HUT RI

Selain pasar beras murah, perayaan HUT RI di Wakatobi juga diwarnai dengan lomba perahu tradisional, panjat pinang, tarik tambang, dan karnaval budaya yang menampilkan kekayaan seni daerah. Kehadiran program pangan murah ini menjadi pelengkap yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin, tidak hanya saat momentum kemerdekaan, tetapi juga pada hari-hari besar nasional lainnya.

Harapan untuk Keberlanjutan Program

Dengan respons positif dari masyarakat, pemerintah daerah mempertimbangkan untuk menggelar pasar beras murah secara berkala di setiap kecamatan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

“Beras murah ini bukan hanya soal harga, tapi juga bentuk kehadiran pemerintah di tengah rakyat,” tutup Bupati.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.