, , ,

Dikbud Baubau Latih Siswa Tari Tradisional Mangaru

oleh -900 Dilihat

Baubau – Dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau menggelar pelatihan tari tradisional Mangaru bagi pelajar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

Pelatihan yang diikuti puluhan siswa dari berbagai sekolah ini berlangsung selama beberapa hari dan dilaksanakan di salah satu sanggar budaya di Baubau. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang diajarkan oleh pelatih tari profesional yang didatangkan khusus dari komunitas seni lokal.

Budaya Mangaru, Warisan Bernilai Tinggi

Tari Mangaru merupakan salah satu warisan budaya Buton yang sarat makna dan nilai-nilai kepahlawanan. Tarian ini biasanya ditampilkan dalam upacara adat dan berbagai acara penting sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur dan simbol semangat keberanian.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, La Ode Darussalam, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program edukasi seni dan budaya yang dirancang untuk menghidupkan kembali kesenian tradisional yang mulai jarang dikenal generasi muda.

“Anak-anak kita perlu dikenalkan dengan identitas daerah mereka. Jangan sampai mereka tumbuh hanya mengenal budaya luar, sementara seni dan tradisi lokal kita terlupakan,” tegas Darussalam.

Menanamkan Rasa Bangga pada Budaya Sendiri

Menurut Darussalam, pelatihan tari Mangaru ini bukan sekadar mengajarkan gerakan, tetapi juga memperkenalkan filosofi dan sejarah di balik tarian tersebut. Dengan begitu, siswa tidak hanya menari, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.

“Kami ingin menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya sendiri. Lewat kegiatan ini, siswa juga belajar disiplin, kerjasama, dan percaya diri,” tambahnya.

Tari Tradisional Mangaru
Tari Tradisional Mangaru

Baca juga: Wali Kota Baubau Serahkan SK PPPK, Tegaskan Tingkatkan Pelayanan Yang Utama

Disambut Positif oleh Sekolah dan Orang Tua

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para guru dan orang tua siswa. Mereka menilai pelatihan seperti ini sangat penting sebagai bentuk pendidikan karakter berbasis budaya.

Salah satu guru pendamping, Ibu Yuni, menyebutkan bahwa siswanya sangat antusias dan merasa mendapat pengalaman baru yang menyenangkan.

“Biasanya mereka hanya tahu tarian modern dari media sosial. Tapi sekarang mereka belajar langsung tarian leluhur mereka sendiri, dan itu membuat mereka bangga,” ujarnya.

Langkah Berkelanjutan dalam Penguatan Budaya

“Kita ingin menciptakan generasi yang modern, tapi tetap berakar pada budaya sendiri. Itu yang akan menjadi kekuatan bangsa,” tutup Kepala Dikbud.

Kesimpulan: Generasi Muda, Penjaga Warisan Budaya

Budaya bukan sekadar masa lalu, tapi adalah jati diri yang harus terus hidup di masa kini dan masa depan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.