, ,

Gerakan LENTERA Diresmikan, Gelora Literasi Baru Dimulai Di Baubau

oleh -1135 Dilihat

LENTERA: Semangat Baru Nyalakan Dunia Literasi di Kota Baubau

Mediaex Baubau- Sebuah gelombang semangat baru di bidang literasi resmi dimulai di Kota Baubau. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Baubau meluncurkan Gerakan LENTERA yang diresmikan dengan Pelatihan Mendongeng dan Bercerita Nyaring (Read Aloud). Acara pembukaan yang penuh antusias ini secara simbolis dibuka oleh Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kota Baubau, Sitti Aryati Yusran, menandai sebuah babak baru dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Gerakan LENTERA Diresmikan, Gelora Literasi Baru Dimulai Di Baubau
Gerakan LENTERA Diresmikan, Gelora Literasi Baru Dimulai Di Baubau

Baca Juga : Restoran Di Lippo Plaza Baubau Lunasi Tunggakan Pajak Rp264 Juta Tepat Sebelum Eksekusi

Bertajuk ‘Suara yang Menghidupkan Cerita’, pelatihan ini bukan sekadar ajang pelatihan biasa, melainkan titik tolak kelahiran sebuah gerakan kolektif yang lebih besar. LENTERA, yang merupakan akronim dari Literasi untuk Transformasi, Edukasi, dan Aksi, hadir sebagai simbol harapan untuk menerangi masa depan anak-anak Baubau melalui kekuatan buku dan cerita.

Dalam sambutannya yang inspiratif, Sitti Aryati Yusran menekankan bahwa aktivitas mendongeng dan membaca nyaring memiliki kekuatan yang jauh lebih dalam dari yang dibayangkan.

“Ini bukan hanya tentang membacakan tulisan di atas kertas. Ini adalah seni membangun ikatan emosional, merajut imajinasi tanpa batas, dan menanamkan benih nilai-nilai luhur ke dalam relung hati anak-anak kita sejak usia dini,” ujarnya dengan penuh semangat.

Beliau melanjutkan dengan sebuah pernyataan yang menggugah, “Jika literasi adalah pondasi peradaban, maka dengan membaca kita membuka jutaan jendela dunia. Dengan mendongeng, kita menyalakan obor imajinasi di kegelapan. Dan dengan bercerita nyaring, kita menghadirkan suara yang mampu menghidupkan cerita, menggetarkan jiwa, dan melekat selamanya dalam memori anak-anak kita.”

Melalui momen strategis inilah, Gerakan LENTERA secara resmi diperkenalkan kepada publik

Sitti Aryati menjelaskan bahwa LENTERA adalah wujud nyata dan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di Kota Baubau.

“Gerakan LENTERA hadir dengan empat pilar utama,” terangnya. Pertama, untuk meningkatkan budaya baca di semua lini, mulai dari anak-anak, guru, hingga masyarakat luas. Kedua, memberdayakan para pendidik dan penggiat literasi dengan keterampilan yang kreatif dan inovatif. Ketiga, menjadikan literasi sebagai kendaraan utama menuju transformasi dan kemajuan Kota Baubau. Keempat, menguatkan peran Dinas Perpustakaan sebagai rumah dan jembatan yang menghubungkan aspirasi pemerintah dengan kebutuhan masyarakat.”

Bunda Literasi juga menegaskan pesan kunci bahwa membangun budaya literasi adalah tanggung jawab kolektif. “Literasi bukanlah tanggung jawab Dinas Perpustakaan semata. Ini adalah tugas kita bersama: orang tua di rumah, guru di sekolah, masyarakat di lingkungannya, dan pemerintah dalam kebijakannya. Sinergi inilah yang akan membuat LENTERA bersinar terang,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Baubau, Ibnu Wahid, menyoroti peran sentral para guru dan Bunda PAUD sebagai ujung tombak gerakan ini.

“Para guru dan Bunda PAUD, dari tingkat kelurahan hingga kota, adalah model dan teladan literasi bagi anak-anak. Mereka adalah penyulut api pertama yang akan membina dan merangsang minat baca,” jelas Ibnu Wahid.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan literasi yang digaungkan melampaui sekadar kemampuan membaca

“Yang kita kejar bukan hanya kemahiran membaca, tetapi juga pemahaman yang mendalam. Literasi adalah medium untuk mengenalkan anak pada lingkungan sekitar, menanamkan etika, dan yang terpenting, membangun karakter bangsa yang kuat dan berintegritas.”

Di akhir pernyataannya, Ibnu Wahid menyampaikan harapannya, “Semoga dengan dimulainya gerakan ini, kita dapat memberikan dorongan dan inspirasi tidak hanya kepada siswa di sekolah, tetapi juga kepada setiap anak yang ada di sudut-sudut kampung kita. Agar mereka bisa jatuh cinta pada buku, karena dari buku lah lahir pemimpin-pemimpin masa depan Baubau.”

Dengan diluncurkannya Gerakan LENTERA, Kota Baubau pun mengukir tekadnya untuk beralih dari melek huruf menuju masyarakat yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing melalui kekuatan transformatif literasi.

Selanjutnya, pelatihan ini langsung memulai sesi praktik dengan penuh semangat

Para peserta, yang terdiri dari guru dan Bunda PAUD, kemudian mengikuti workshop mendongeng dengan metode yang interaktif dan menyenangkan. Fasilitator pelatihan bahkan mendemonstrasikan langsung teknik penggunaan suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh untuk membuat cerita menjadi hidup.

Tak hanya berhenti di teori, para peserta juga berkesempatan untuk mempraktikkan ilmu mereka secara langsung. Suara tawa dan tepuk tangan riuh mengisi ruangan saat para guru secara bergiliran membawakan cerita pendek dengan gaya mereka masing-masing. Sebagai contoh, salah satu peserta dari Kelurahan Lipu dengan luwes membawakan dongeng tradisional Baubau, membuktikan bahwa kearifan lokal dan literasi dapat berpadu dengan harmonis.

Di sisi lain, Dinas Perpustakaan juga mengungkapkan rencana aksi konkret untuk mendukung gerakan ini. Dalam waktu dekat, mereka akan meluncurkan program “Kelas Literasi Keliling” yang akan menjangkau daerah-daerah terpencil. Selain itu, mereka akan membentuk “Komunitas Juru Dongeng LENTERA” sebagai wadah bagi para lulusan pelatihan untuk terus berkarya dan menginspirasi.

Dengan demikian, semangat kolaborasi benar-benar terasa membahana. Antusiasme para peserta menjadi bukti nyata bahwa LENTERA telah memantik api pertama yang akan menyala terang. Masa depan literasi Baubau, nampaknya, akan bersinar lebih terang.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.