, ,

Investasi Masa Depan Untuk Bentengi Generasi Muda Dari Pernikahan Dini

oleh -1082 Dilihat

Generasi Muda Buton Dikuatkan untuk Lawan Pernikahan Dini dan Bentengi Moral di Era Digital

Mediaex BauBau- Dalam upaya nyata membentengi generasi muda dari tantangan zaman, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buton menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Acara yang berlangsung di MAN 1 Buton ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah investasi masa depan untuk mencegah pernikahan dini dan menanamkan akhlak Islami yang kokoh di kalangan pelajar.

Investasi Masa Depan Untuk Bentengi Generasi Muda Dari Pernikahan Dini
Investasi Masa Depan Untuk Bentengi Generasi Muda Dari Pernikahan Dini

Baca Juga : Pernah Merasa Tiba-Tiba Lemas Sekali? Mungkin Ini Penyebabnya

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Buton, Hamid Rijali, yang dalam pidatonya menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya fondasi karakter yang kuat. Ia menekankan bahwa remaja adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan secara matang, baik ilmu pengetahuan maupun moralnya.

“Di tengah gempuran arus globalisasi dan digital, bekal utama yang harus dimiliki generasi muda bukan hanya ijazah, tetapi pemahaman diri dan akhlak yang luhur. Mencegah pernikahan dini dan membentuk akhlak remaja adalah tameng utama bagi generasi muda di tengah tantangan zaman yang kian kompleks,” tegas Hamid Rijali, menyentuh hati seluruh peserta yang hadir.

Pondasi Utama: Kesehatan Fisik dan Mental Remaja

Sebelum masuk ke pembahasan moral dan agama, para peserta terlebih dahulu dibekali dengan pemahaman mendasar tentang diri mereka sendiri. Pemateri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buton hadir untuk menyampaikan topik krusial seputar kesehatan remaja.

Materi ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga menyoroti pentingnya menjaga kestabilan mental. Dijelaskan bahwa masa remaja adalah periode ‘badai dan topan’ emosional, di mana pengelolaan stres, pemahaman tentang perubahan tubuh, dan menjaga pergaulan yang sehat adalah kunci untuk melewatinya. Kesehatan yang optimal, baik jasmani maupun rohani, menjadi pondasi tak tergantikan untuk proses belajar yang maksimal dan persiapan menuju kehidupan dewasa yang bertanggung jawab.

Senjata Ampuh: Ilmu Agama dan Pembentukan Karakter Islami

Setelah membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, Hamid Rijali kembali tampil untuk memberikan materi inti. Kali ini, fokusnya adalah pada pencegahan pernikahan dini dari perspektif Islam dan pembentukan karakter.

Dengan bahasa yang mudah dicerna, ia memaparkan betapa pernikahan dini dapat memutus mata rantai cita-cita dan masa depan pendidikan. Lebih dari itu, ia mengajak remaja untuk memahami tujuan pernikahan dalam Islam yang mulia, yang memerlukan kesiapan mental, spiritual, dan finansial—hal-hal yang umumnya belum matang di usia remaja.

“Pernikahan adalah membangun peradaban, bukan sekadar mengikuti tren atau pelampiasan cinta semata. Dengan menundanya hingga kalian benar-benar siap, kalian justru sedang memuliakan institusi pernikahan itu sendiri,” ujarnya.

Pembentukan karakter Islami juga ditekankan sebagai benteng dalam pergaulan. Remaja diajak untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai kompas dalam bersikap, baik di dunia nyata maupun di media sosial, sehingga mereka tidak kehilangan jati diri sebagai pemuda Indonesia yang modern dan berakhlak mulia.

Kolaborasi untuk Masa Depan: Dukungan Seluruh Elemen

Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari dukungan dan partisipasi aktif berbagai pihak. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala KUA Kecamatan Pasarwajo, operator MAN 1 Buton, serta sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Akademik (KKA) dari Universitas Muhammadiyah Buton. Kehadiran mereka menciptakan atmosfer kolaboratif yang menunjukkan komitmen bersama dalam membina generasi penerus. Dengan dihadiri oleh seluruh siswa-siswi MAN 1 Buton, diharapkan kegiatan BRUS ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka.

Aksi Nyata Pasca Kegiatan: Dari Pemahaman Menuju Gerakan

Investasi Kegiatan BRUS tidak berakhir seiring dengan selesainya acara. Sebagai langkah lanjutan, para peserta langsung membentuk kelompok diskusi. Dalam forum ini, mereka secara aktif membahas berbagai tantangan yang mereka hadapi sehari-hari. Selain itu, para guru dan pembimbing juga berperan sebagai mentor untuk memandu diskusi tersebut.

Tak hanya berhenti pada diskusi, para remaja ini pun berkomitmen untuk menyebarkan pengetahuan yang mereka dapat. Misalnya, mereka merencanakan kampanye kreatif di media sosial untuk menyuarakan pentingnya menyelesaikan pendidikan dan mencegah pernikahan anak. Bahkan, beberapa siswa dengan bantuan mahasiswa KKA mulai membuat proyek sosial yang fokus pada pendampingan bagi teman sebaya.

Sementara itu, pihak Kemenag Buton dan Dinas Kesehatan tidak tinggal diam. Mereka berencana untuk menjadikan BRUS sebagai program berkelanjutan. Kemudian, mereka akan mengadakan monitoring secara berkala untuk mengevaluasi perkembangan para peserta. Selanjutnya, Investasi program serupa juga akan mereka gulirkan ke sekolah-sekolah lain di wilayah Buton, sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak remaja.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian aksi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi remaja.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.