Kota Baubau Dinilai Berpotensi Menjadi Kota Jasa Kesehatan di Sulawesi Tenggara

Mediaex Baubau – Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat jasa kesehatan. Penilaian ini disampaikan oleh Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia (RI), Isra Ramli, saat kunjungannya ke Baubau, Jumat, [tanggal lengkap bisa ditambahkan].
Isra Ramli menyatakan bahwa pengembangan sektor kesehatan di Baubau tidak hanya akan bermanfaat bagi masyarakat lokal, tetapi juga memiliki potensi strategis sebagai pusat layanan kesehatan regional. Hal ini didasari oleh beberapa faktor, antara lain pertumbuhan penduduk, kebutuhan layanan kesehatan yang meningkat, dan lokasi geografis Baubau yang strategis sebagai kota transit di Sulawesi Tenggara.
“Kota Baubau memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan layanan kesehatan. Dengan perencanaan yang tepat, kota ini bisa menjadi kota jasa di bidang kesehatan, tidak hanya melayani masyarakat lokal tetapi juga menjadi rujukan bagi kabupaten dan kota sekitarnya,” ujar Isra Ramli.
Potensi dan Infrastruktur Kesehatan
Kota Baubau saat ini memiliki sejumlah fasilitas kesehatan yang memadai, termasuk rumah sakit rujukan regional, puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan, serta klinik dan laboratorium swasta. Menurut Deputi Isra, potensi ini bisa ditingkatkan melalui:
-
Pengembangan Rumah Sakit Khusus dan Layanan Spesialis
Dengan membuka rumah sakit khusus seperti jantung, kanker, dan pelayanan bedah, Baubau bisa menjadi tujuan rujukan medis di tingkat provinsi bahkan regional. -
Investasi Teknologi Medis dan Digitalisasi Layanan Kesehatan
Penerapan sistem rekam medis elektronik, telemedicine, dan teknologi diagnostik canggih dapat meningkatkan efisiensi pelayanan dan kualitas perawatan. -
Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Medis
Kolaborasi dengan universitas dan akademi kesehatan di Sultra dapat menyediakan tenaga medis terampil, sehingga mendukung kualitas layanan kesehatan di kota ini.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Deputi Isra menekankan bahwa pengembangan Baubau sebagai kota jasa kesehatan bukan hanya soal pelayanan medis, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Sektor kesehatan dapat menjadi penggerak ekonomi lokal melalui:
-
Penciptaan lapangan kerja untuk tenaga medis, staf administrasi, dan tenaga pendukung.
-
Peningkatan sektor pendukung seperti farmasi, alat kesehatan, logistik, dan jasa transportasi pasien.
-
Peningkatan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi dari layanan kesehatan dan investasi fasilitas kesehatan.
Selain itu, akses layanan kesehatan yang lebih baik juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menurunkan angka penyakit, dan mendukung produktivitas penduduk.
Langkah ke Depan
Deputi Isra menyebut bahwa pengembangan Baubau sebagai kota jasa kesehatan memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota, termasuk sektor swasta dan lembaga pendidikan. Beberapa langkah yang bisa ditempuh antara lain:
-
Penyusunan masterplan pengembangan fasilitas kesehatan.
-
Insentif investasi bagi rumah sakit, klinik, dan laboratorium modern.
-
Program peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pendidikan masyarakat tentang kesehatan.
“Dengan strategi yang tepat, Baubau bukan hanya menjadi kota jasa kesehatan di Sultra, tetapi juga menjadi model kota kesehatan yang berbasis pelayanan berkualitas, teknologi, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Isra Ramli.
Pengembangan ini sejalan dengan visi nasional untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia, sekaligus menegaskan peran kota-kota regional seperti Baubau dalam mendukung pembangunan kesehatan yang merata.






