, ,

Komitmen Pada Keamanan Pangan Antar SD Negeri 3 Baubau Raih Podium Di Tingkat Nasional

oleh -1025 Dilihat

SDN 3 Baubau Ukir Prestasi Gemilang, Raih Peringkat Ketiga PJAS Aman Tingkat Nasional

Baubau- Kebanggaan tersemat untuk dunia pendidikan Kota Baubau dan Provinsi Sulawesi Tenggara. SD Negeri 3 Kota Baubau berhasil menorehkan tinta emas dengan meraih Juara 3 dalam Lomba Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman Tingkat Nasional 2025. Prestasi bergengsi ini diperebutkan di ibukota Jakarta, mengukuhkan komitmen sekolah dalam menyajikan keamanan pangan bagi generasi penerus bangsa.

Komitmen Pada Keamanan Pangan Antar SD Negeri 3 Baubau Raih Podium Di Tingkat Nasional
Komitmen Pada Keamanan Pangan Antar SD Negeri 3 Baubau Raih Podium Di Tingkat Nasional

Baca Juga : Spiritual Sakral Menghubungkan Masa Kini Dan Kejayaan Buton

Lomba PJAS Aman yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia ini memiliki misi mulia: memastikan bahwa jajanan yang dikonsumsi oleh anak-anak di lingkungan sekolah tidak hanya enak, tetapi juga aman, bergizi, dan terbebas dari bahan-bahan berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet non-pangan, dan pemanis buatan berlebih.

Dalam acara puncak penyerahan penghargaan, Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, secara langsung menyerahkan piagam dan trophy kepada Kepala SDN 3 Baubau. Momen kebanggaan tersebut turut disaksikan dan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, Eko Prasetya, yang melambangkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Cermin Kolaborasi yang Harmonis dan Visi Pemimpin Daerah

Dalam pernyataannya, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, Eko Prasetya, menekankan bahwa capaian ini adalah buah manis dari sinergi yang solid antara tenaga pendidik, peserta didik, dan seluruh komponen sekolah.

“Prestasi ini bukanlah pencapaian yang instan, melainkan hasil dari komitmen dan kerja keras bersama yang berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dan memperkuat visi dan misi pemimpin kita, Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, dan Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, yaitu ‘Baubau Kota Budaya yang Ramah, Cerdas, Sejahtera, dan Bermartabat’,” ujar Eko.

Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa penghargaan tingkat nasional ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah pemicu semangat untuk terus berbenah. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat komitmen dalam menyediakan jajanan yang sehat dan bergizi di seluruh sekolah. Kami berharap, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang benar-benar mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi menuju cita-cita Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Menjadi Pelopor dan Legacy bagi Sekolah Lain

Keberhasilan SDN 3 Baubau di kancah nasional diharapkan dapat menjadi pemantik dan role model bagi satuan pendidikan lainnya di Kota Baubau. Program PJAS Aman yang telah berjalan dengan sukses menunjukkan bahwa dengan sistem pengawasan, edukasi, dan kemitraan yang baik dengan pedagang kantin, menciptakan ekosistem jajanan sekolah yang aman adalah hal yang sangat mungkin untuk diwujudkan.

Prestasi ini bukan sekadar piala yang akan berdiam di dalam etalase, melainkan sebuah legasi positif yang nyata. Ia mewariskan semangat dan standar baru bagi seluruh sekolah untuk lebih memperhatikan aspek keamanan pangan. Dengan demikian, setiap jajanan yang masuk ke mulut anak-anak kita adalah jajanan yang menjamin kesehatan dan mendukung proses belajar mereka, mewujudkan generasi muda Baubau dan Indonesia yang unggul di masa depan.

Langkah Konkret SDN 3 Baubau dalam Mewujudkan PJAS Aman

Pencapaian gemilang ini tentu bukanlah suatu kebetulan. Selanjutnya, tim sekolah menjalankan serangkaian program yang sistematis dan terukur. Sebagai contoh, mereka membentuk satuan tugas khusus yang secara rutin melakukan inspeksi mendadak terhadap semua pedagang kantin. Tim ini memeriksa kebersihan, kesegaran bahan, dan kemasan makanan. Selain itu, sekolah juga aktif menggandeng Dinas Kesehatan setempat untuk menyelenggarakan pelatihan higienitas dan keamanan pangan bagi para penjaja kantin.

Tidak berhenti di sana, pihak sekolah juga memasukkan edukasi gizi ke dalam kegiatan belajar-mengajar. Guru-guru mengintegrasikan materi tentang “Isi Piringku” dan bahaya jajanan tidak sehat dalam mata pelajaran IPA dan PJOK. Akibatnya, siswa menjadi lebih kritis dan cerdas dalam memilih jajanan. Mereka tidak lagi hanya tertarik pada warna atau rasa, tetapi juga pada kandungan gizi dan kebersihannya.

Dampak Positif dan Harapan ke Depan

Komitmen kuat SDN 3 Baubau ini membuahkan hasil yang nyata dan langsung terlihat. Karena perubahan ini, lingkungan sekolah kini menjadi zona bebas jajanan berbahaya. Orang tua pun merasa lebih tenang karena yakin anak-anak mereka mengonsumsi makanan yang aman selama di sekolah. Lebih dari itu, semangat dan energi siswa untuk belajar juga meningkat secara signifikan.

Kemudian, momentum kemenangan ini menjadi batu loncatan untuk gerakan yang lebih luas. Dinas Pendidikan Kota Baubau berencana menjadikan SDN 3 Baubau sebagai sekolah model untuk program PJAS Aman. Untuk mencapai tujuan itu, mereka akan mengadakan workshop dan studi banding agar kepala sekolah dan guru dari sekolah lain dapat belajar langsung tentang praktik terbaik yang telah diterapkan.

Pada akhirnya, prestasi ini membuktikan bahwa komitmen kolektif mampu menciptakan perubahan besar. Kesuksesan SDN 3 Baubau menjadi inspirasi bagi semua pihak. Oleh karena itu, mari kita terus bergerak bersama, mendukung inisiatif seperti ini, demi mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sehat dan kuat secara fisik.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.