, ,

Lingkaran Setan Kekerasan Bocah Tewas Dibunuh, Rumah Pelaku Dibakar Massa

oleh -1202 Dilihat

Duka Berganda di Koltim: Pembunuhan Bocah Berujung Pembalasan Membara

Mediaex BauBau- Duka yang mendalam akibat pembunuhan keji seorang bocah perempuan berusia 10 tahun, kini bertambah dengan aksi balas dendam yang tak kalah mencemaskan. Sebuah aksi main hakim sendiri dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) dengan membakar habis rumah orang tua pelaku pembunuhan, menciptakan lingkaran Setan kekerasan yang memilukan.

Lingkaran Setan Kekerasan Bocah Tewas Dibunuh, Rumah Pelaku Dibakar Massa
Lingkaran Setan Kekerasan Bocah Tewas Dibunuh, Rumah Pelaku Dibakar Massa

Baca Juga : Rumah Kayu di Kolaka Ludes Dilalap Api, Kejadian Terekam dalam Video Viral

Tragedi Pagi di Desa Wundubite

Tragedi berawal pada pagi hari yang seharusnya penuh kecerian, sekitar pukul 06.30 WITA. Korban, seorang bocah perempuan berinisial MZA (10), tengah bersiap untuk pergi mengajari bersama adiknya. Mereka mengendarai sepeda listrik di Desa Wundubite, Kecamatan Polipolia. Namun, perjalanan suci mereka dihadang oleh seorang remaja berinisial RH (18).

Tanpa ampun, RH diduga menggorok leher MZA hingga tewas di tempat. Aksi mengerikan itu menyisakan trauma mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Polisi dari Polres Kolaka Timur pun segera bergerak cepat. Pelaku, RH, berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian untuk menjalani pemeriksaan.

Motif Dendam yang Kelam

Dari hasil penyelidikan sementara, Kasat Reskrim Polres Kolaka Timur, AKP Ahmad Fatoni, mengungkapkan bahwa motif pelaku diduga kuat karena dendam. RH merasa sering diejek oleh korban, meski kata-kata ejekan spesifik yang memicu amukannya masih diselidiki lebih lanjut.

“Kami juga belum sepenuhnya paham kata-kata (ejekan) seperti apa yang dilontarkan hingga menimbulkan dendam sedalam ini pada diri pelaku,” jelas AKP Fatoni, menekankan bahwa alasan apa pun tidak akan pernah bisa membenarkan tindakan keji tersebut.

Aksi Balas Dendam yang Membara

Namun, sebelum duka atas meninggalnya MZA sempat berlarut, sebuah insiden kedua terjadi pada siang harinya, sekitar pukul 12.20 WITA. Sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang diduga warga, melakukan aksi pembalasan.

Mengendarai sepeda motor, mereka mendatangi rumah orang tua RH di Dusun I, Desa Wundubite. Beberapa dari mereka terlihat mengenakan penutup wajah atau topeng, menyamarkan identitas sambil menebar teror. Mereka kemudian membakar rumah tersebut hingga ludes.

“Menurut keterangan saksi, mereka sempat melihat ada sejumlah motor yang melintas kencang di sekitar lokasi. Beberapa orang terlihat memakai topeng,” jelas Kasi Humas Polres Kolaka Timur, Iptu Irwan Pansha, yang mengonfirmasi kebenaran insiden pembakaran ini.

Kerugian Materiil dan Upaya Penyelidikan

Rumah yang dibakar merupakan milik BR (57), ayah kandung dari pelaku RH. Bangunan berukuran 10×6 meter persegi dengan dinding kayu itu hangus tak tersisa, menimbulkan kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp 20 juta.

“Untungnya, sebagian barang-barang milik penghuni sempat diamankan lebih dulu oleh tetangga, sehingga yang terbakar terutama adalah struktur bangunannya saja,” tambah Irwan.

Polisi kini menghadapi dua kasus sekaligus: pembunuhan dan pembakaran. Tim telah diterjunkan ke lokasi pembakaran untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Iptu Irwan Pansha menegaskan, “Untuk sementara motif pembakaran belum diketahui secara pasti. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan intensif.” Aparat kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kedua peristiwa ini sesuai dengan hukum yang berlaku, mengingat kedua tindakan tersebut sama-sama merupakan tindak kriminal yang tidak dapat dibenarkan.

Tragedi beruntun ini menjadi peringatan pilu tentang bagaimana kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru, meninggalkan luka dan kehancuran yang harus ditanggung oleh seluruh masyarakat.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.