, ,

Misteri Sulawesi Terkuak Permata Baru Dunia Tumbuhan Ditemukan di Tenggara

oleh -1266 Dilihat

Buah Ruruhi, Harta Karun Berwarna Merah yang Baru Ditemukan di Hutan Sulawesi

Mediaex BauBau- Dalam peta kekayaan hayati Indonesia, Sulawesi selalu menyimpan misteri. Kini, sebuah permata baru berhasil ditambahkan ke dalam khazanahnya. Para peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Riset Nasional (BRIN) baru saja mengumumkan penemuan spesies tumbuhan buah yang sama sekali baru bagi dunia sains, yang berasal dari pedalaman Sulawesi Tenggara.

Misteri Sulawesi Terkuak Permata Baru Dunia Tumbuhan Ditemukan di Tenggara
Misteri Sulawesi Terkuak Permata Baru Dunia Tumbuhan Ditemukan di Tenggara

Baca Juga : Gegara Narkoba Dua Pemuda Diamankan Polres Baubau

Spesies yang telah mendapatkan nama resmi Syzygium rubrocarpum ini adalah anggota keluarga jambu-jambuan atau Myrtaceae. Ia dikenal oleh masyarakat lokal di Kolaka dengan nama yang puitis: Buah Ruruhi.

Dari Media Sosial ke Jurnal Ilmiah: Kisah Penemuan yang Unik

Jalan yang membawa buah ini ke dalam katalog ilmu pengetahuan modern bukanlah melalui ekspedisi biasa, melainkan melalui perpaduan antara ketelitian ilmiah dan kecanggihan era digital.

Ceritanya berawal dari koleksi hidup di Kebun Raya Bogor yang dikumpulkan oleh almarhum Subekti Purwantoro, seorang peneliti senior LIPI, pada tahun 1996 dari daerah Kolaka. Bertahun-tahun kemudian, koleksi ini menarik perhatian Irvan Martiansyah, seorang peneliti dari BRIN.

Bersama dengan Arifin Surya Dwipa Irsyam dari SITH ITB dan Muhammad Rifqi Hariri dari BRIN, mereka melakukan analisis morfologi mendalam

Mereka membandingkan spesimen tersebut dengan berbagai spesies Syzygium lain di kawasan Wallacea. Hasil awalnya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, terutama pada bentuk buahnya yang bulat sempurna dan warnanya yang merah terang menyala.

Namun, titik balik yang paling menarik justru datang dari dunia maya. “Kami secara tidak sengaja menemukan postingan di Facebook yang menjual buah dengan nama Ruruhi. Ketika kami amati, buah dalam foto itu sangat cocok dengan karakteristik koleksi kami di Kebun Raya Bogor,” tutur Arifin, seperti dikutip dari laman ITB.

Penemuan di platform media sosial ini menjadi bukti nyata dan penguat bahwa tumbuhan ini bukan hanya spesimen herbarium, tetapi merupakan bagian dari ekosistem dan kehidupan masyarakat setempat yang bahkan telah diperdagangkan.

Misteri Sulawesi Membedakan Si Merah Muda dan Si Ungu Tua: Ciri Khas yang Membedakan

Selama ini, masyarakat dan bahkan beberapa penelitian sering keliru menyamakan Ruruhi dengan spesies lain, yaitu Syzygium polycephalum (yang juga dikenal sebagai pohon gowok atau kopo di Jawa). Padahal, keduanya jelas berbeda.

Penelitian tim BRIN dan ITB berhasil meluruskan kesalahan ini melalui analisis morfologi dan molekuler yang detail. Berikut adalah dua perbedaan utama yang paling mencolok:

  1. Cara Berbunga yang Unik: Syzygium rubrocarpum yang baru ditemukan ini memiliki pola perbungaan yang disebut cauliflorous, di mana bunga-bunganya tumbuh langsung dari batang utama atau cabang yang tua. Ini mirip dengan pohon nangka atau cempedak. Sementara itu, S. polycephalum memiliki malai bunga yang tumbuh di ujung ranting (panicle).

  2. Penampilan Buah yang Sangat Berbeda: Inilah ciri yang paling mudah dikenali. Buah Ruruhi spesies baru ini berwarna merah terang dan ber bentuk bulat, seperti kelereng atau cherry yang eksotis. Sebaliknya, buah S. polycephalum memiliki warna unggu tua hingga kehitaman, yang menyerupai kulit manggis. Perbedaan visual inilah yang menginspirasi pemberian nama “rubrocarpum”, yang secara harfiah berasal dari bahasa Latin rubro (merah) dan carpum (buah).

Sebuah Pengingat akan Kekayaan Nusantara yang Masih Misterius

Penemuan Syzygium rubrocarpum ini bukan sekadar tambahan daftar nama belaka. Ia membawa beberapa pesan penting:

  • Kekayaan Hayati yang Masih Tersembunyi: Indonesia, khususnya kawasan Sulawesi, masih menyimpan begitu banyak spesies yang belum teridentifikasi. Hutan kita adalah museum hidup dan laboratorium evolusi yang masih sangat aktif.

  • Potensi Ekonomi yang Belum Tergali: Fakta bahwa buah ini sudah diperdagangkan secara lokal menunjukkan bahwa ia memiliki nilai ekonomi dan kemungkinan besar nilai gizi. Penemuan ini membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut mengenai kandungan, manfaat, dan potensi budidayanya.

  • Sains dan Masyarakatakat Berkolaborasi: Kisah ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan modern bisa berjalan beriringan dengan pengetahuan lokal. Masyarakat seringkali telah lama mengenal suatu spesies, dan peran ilmuwan adalah untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan melestarikannya secara ilmiah.

Pada akhirnya, buah merah dari Sulawesi Tenggara ini adalah simbol harapan. Ia mengingatkan kita bahwa di balik rimba yang lebat dan di antara lalu-lintas jual beli online, mungkin masih tersembunyi harta karun biologis lainnya yang hanya menunggu untuk ditemukan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.