, ,

Pekandeana Ana Maelu Warnai Baubau, Gubernur Sultra Sempurnakan Dengan Santunan Ke Ribuan Anak Yatim

oleh -832 Dilihat

Gubernur Sultra Hangatkan Hati di Baubau: Santuni Rp100 Juta dan Suapi Langsung Anak Yatim dalam Ritual Penuh Makna

Mediaex BauBau- Suasana haru dan bahagia menyelimuti Kota Baubau ketika Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, hadir secara khusus untuk memeriahkan dan memberkati prosesi Pekandeana Ana Maelu. Pada acara yang penuh makna tersebut, Gubernur dengan penuh ketulusan menyalurkan santunan sebesar Rp100 juta yang diperuntukkan bagi 1.151 anak yatim yang tersebar di delapan kelurahan di Kota Baubau.

Pekandeana Ana Maelu Warnai Baubau, Gubernur Sultra Sempurnakan Dengan Santunan Ke Ribuan Anak Yatim
Pekandeana Ana Maelu Warnai Baubau, Gubernur Sultra Sempurnakan Dengan Santunan Ke Ribuan Anak Yatim

Baca Juga : Kepastian Hukum Ditegakkan, PN Baubau Eksekusi Lahan Sengketa Di Jalan Sudirman

Lebih dari sekadar pemberian materi, momen ini menjadi begitu istimewa ketika sang Gubernur turun langsung, mengambil sendok, dan dengan lembut menyuapi hidangan kepada beberapa anak yatim. Adegan penuh keakraban ini bukan hanya sebuah simbol, melainkan wujud nyata kasih sayang dan perhatian seorang pemimpin kepada generasi penerus bangsa yang membutuhkan.

Lebih dari Sekadar Santunan: Sebuah Tradisi yang Menyentuh Hati

Pekandeana Ana Maelu sendiri adalah warisan budaya leluhur yang berasal dari Buton. Secara harfiah, tradisi ini berarti memandikan dan memberi makan anak yatim piatu. Dilaksanakan setiap 10 Muharam, prosesi ini kerap dianggap sebagai “Lebaran”-nya anak yatim, di mana mereka merasa dikhususkan dan dicintai oleh masyarakat.

Tahun ini, ritual yang sarat nilai spiritual dan sosial ini diintegrasikan sebagai salah satu puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-484 Kota Baubau serta 24 tahun otonomi daerahnya. Acara berlangsung di halaman kantor wali kota, Jalan Raya Palagimata, Kelurahan Lipu, yang berjarak sekitar 6,4 km atau 15 menit perjalanan dari Pelabuhan Murhum.

Kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajah seorang anak yang turut serta. Dengan polosnya, ia berbagi kegembiraan, “Sangat senang, jarang sekali bisa makan bersama dan disuapi seperti ini.” Ungkapan sederhana ini merepresentasikan betapa berharganya perhatian dan sentuhan personal bagi mereka.

Komitmen di Tengah Hujan dan Perjalanan Singkat

Komitmen Gubernur Andi Sumangerukka untuk membangun semangat kepedulian sosial juga terlihat konsisten. Sebelumnya, dalam peringatan HUT Kota Baubau, beliau juga membagikan santunan tambahan sebesar Rp100 juta kepada para peserta upacara. Pemberian ini sebagai apresiasi atas keteguhan hati mereka yang bertahan dan tidak bubar meskipun hujan turun di tengah-tengah jalannya upacara.

Menariknya, Gubernur sengaja melakukan perjalanan satu hari penuh ke Baubau hanya untuk menghadiri prosesi Pekandeana Ana Maelu ini. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa acara seperti ini adalah momen yang luar biasa.

Rangkaian acara hari jadi Kota Baubau kemudian ditutup dengan kemeriahan di Benteng Keraton Buton (Kotamara), yang dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai penjuru kota. Kehadiran Gubernur dan peristiwa Pekandeana Ana Maelu ini tidak hanya menjadi berita tentang santunan, tetapi juga sebuah pesan mendalam tentang pelestarian budaya, kepedulian sosial, dan kepemimpinan yang humanis. Sebuah teladan bahwa memimpin adalah dengan melayani, menyentuh, dan membahagiakan hati rakyat, dimulai dari yang paling kecil dan tersayang.

Dampak Langsung dan Semangat yang Terus Menyala

Kedatangan Gubernur Andi Sumangerukka tidak hanya meninggalkan kenangan manis, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi penerima manfaat. Selanjutnya, para orang tua dan wali anak-anak pun turut merasakan gelombang kebahagiaan ini. Mereka melihat acara ini sebagai suntikan semangat sekaligus pengingat bahwa masyarakat tidak melupakan anak-anak yatim.

Di sisi lain, gelaran Pekandeana Ana Maelu yang meriah ini berhasil menunjukkan kekuatan kolaborasi. Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemerintah Kota Baubau bersinergi dengan sempurna untuk menghidupkan kembali warisan budaya yang sarat makna. Sebagai hasilnya, acara ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi berubah menjadi sebuah gerakan sosial yang menginspirasi.

Selain itu, semangat gotong royong warga Baubau menjadi tulang punggung kesuksesan acara. Relawan dan tokoh masyarakat bahu-membahu memastikan setiap detail prosesi berjalan lancar, mulai dari persiapan hidangan hingga pengaturan tempat duduk bagi anak-anak. Contohnya, para ibu-ibu dengan sukarela menyiapkan hidangan khas tradisional yang lezat dan bergizi untuk disajikan dalam prosesi suap tersebut.

Pesan untuk Masa Depan: Komitmen yang Berkelanjutan

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa komitmen ini tidak akan berhenti pada satu acara saja. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sultra akan terus mendukung dan memperluas program-program serupa di seluruh wilayah.

Pada akhirnya, peristiwa hangat di Baubau ini meninggalkan sebuah pesan yang jelas. Kota Baubau bukan hanya tentang usia yang bertambah, tetapi tentang hati yang semakin lapang dan kemanusiaan yang semakin dijunjung tinggi. Dengan kata lain, kemajuan sebuah peradaban sejatinya diukur dari bagaimana masyarakatnya memperlakukan anggota yang paling lemah dan membutuhkan perlindungan. Semangat inilah yang terus menyala, menerangi langkah Kota Baubau menuju hari esok yang lebih baik.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.