Pemkot Baubau Evaluasi Kinerja Pejabat Eselon II

oleh -824 Dilihat
oleh

Mediaex Baubau – Pemerintah Kota Baubau resmi memulai uji kompetensi dan evaluasi kinerja pejabat eselon II, langkah strategis yang menjadi bagian dari penerapan sistem merit dalam tata kelola aparatur sipil negara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi mekanisme penilaian kinerja, tetapi juga sarana penting untuk memperkuat efektivitas birokrasi, menjamin kualitas pelayanan publik, dan mewujudkan visi Kota Baubau yang Berbudaya, Ramah, Cerdas, Sejahtera, dan Bermartabat.

Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, dalam sambutannya di Nirwana Villa Baubau, Senin (3/11/2025), menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap perangkat daerah sangat penting, terutama setelah delapan bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota. Menurutnya, evaluasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya nyata untuk menilai efektivitas setiap perangkat daerah, mengidentifikasi area yang perlu diperkuat, serta memastikan pejabat eselon II mampu menjadi ujung tombak pelaksanaan visi dan misi daerah.

“Perlu ada yang diisi, perlu ada yang diperkuat, atau dilakukan penyegaran. Eselon II adalah perpanjangan tangan kami untuk mewujudkan visi dan misi daerah, dan evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memastikan mereka siap menghadapi tantangan dan tanggung jawab,” ujar Yusran. Ia menambahkan bahwa proses ini juga bertujuan meningkatkan akuntabilitas dan memastikan setiap keputusan pejabat eselon II sejalan dengan prinsip profesionalisme serta integritas birokrasi.

Pelaksanaan uji kompetensi ini merupakan tindak lanjut rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan menjadi bukti komitmen Pemkot Baubau dalam menjalankan prinsip objektivitas dalam manajemen sumber daya manusia aparatur. Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, panitia seleksi serta tim evaluasi dibentuk secara independen, bertugas menilai kompetensi teknis, kepemimpinan, dan kemampuan strategis pejabat eselon II.

Tidak hanya melibatkan unsur internal pemerintah, Pemkot Baubau juga menghadirkan kalangan akademisi dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari tim penilai eksternal. Nama-nama seperti Dr. H. Sudjiton, MM; Dr. La Ode Abdul Munafi, M.Si; Dr. Ir. H. Sunaryo Mulyo, MT; dan Drs. MZ. Tamsir Tamim, M.Si, diundang untuk memperkaya perspektif evaluasi. Kehadiran mereka diharapkan dapat menambah objektivitas dan memperkuat integritas proses, sekaligus memberi masukan strategis yang konstruktif bagi perbaikan kinerja birokrasi.

Selain itu, Pemkot Baubau menekankan bahwa evaluasi ini juga memuat aspek pengembangan kapasitas dan kompetensi pejabat, bukan semata untuk menilai kinerja semata. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program peningkatan kualitas SDM aparatur, penempatan jabatan strategis, dan kebijakan pengembangan karier yang berbasis merit. Dengan demikian, pejabat eselon II tidak hanya dinilai dari hasil kerja sebelumnya, tetapi juga dilihat kesiapan dan kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan ke depan dalam meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Langkah ini juga mendapat perhatian dari masyarakat dan kalangan pemerhati birokrasi di Baubau. Mereka menilai bahwa evaluasi semacam ini merupakan praktik baik yang perlu dijadikan contoh, karena mampu mendorong profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas aparatur, sekaligus mengurangi praktik nepotisme atau penempatan pejabat berdasarkan kepentingan tertentu.

Dengan penerapan sistem merit dan evaluasi kinerja yang komprehensif, Pemerintah Kota Baubau berharap dapat menciptakan birokrasi yang lebih adaptif, responsif, dan mampu menghadirkan pelayanan publik berkualitas tinggi, sehingga visi pembangunan daerah dapat terwujud secara optimal dan berkesinambungan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.