, ,

Program Makanan Bergizi Gratis Dipertanyakan Usai Ratusan Siswa Alami Dugaan Keracunan

oleh -1075 Dilihat

Ganti Pemasok Diduga Jadi Pemicu Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Baubau, BGN Ungkap Pentingnya Adaptasi Bertahap

Mediaex BauBau- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kembali menjadi sorotan. Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, tercatat sejumlah kasus dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa di berbagai daerah. Salah satu insiden terbaru terjadi di Baubau, Sulawesi Tenggara, dimana puluhan siswa dari SMA Negeri 7 dan SD Hidayatullah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap hidangan dari program tersebut.

Program Makanan Bergizi Gratis Dipertanyakan Usai Ratusan Siswa Alami Dugaan Keracunan
Program Makanan Bergizi Gratis Dipertanyakan Usai Ratusan Siswa Alami Dugaan Keracunan

Baca Juga : Bapas Baubau dan Dinsos Sinergi, Implementasi Pidana Kerja Sosial Diperkuat

Menanggapi rentetan kejadian ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, angkat bicara. Ia mengungkapkan analisis awal penyebab insiden di Baubau. Menurutnya, Dapur Sentra Pangan Gizi (SPPG) yang bertugas menyiapkan makanan di wilayah tersebut telah beroperasi dengan lancar selama delapan bulan. Namun, sebuah perubahan krusial diduga menjadi biang kerok: pergantian supplier atau pemasok bahan baku.

“Jadi, bahan baku yang biasa dipasok oleh supplier yang rutin, karena ada keinginan untuk meningkatkan kearifan lokal, digantikan oleh supplier lokal. Persoalannya, supplier yang baru ini mungkin belum sepenuhnya siap dalam menjamin kualitas dan keamanan bahan pangan dalam skala besar. Hal-hal semacam inilah yang masih sering terjadi,” jelas Dadan dalam keterangannya di Kantor BGN, Jakarta Pusat.

Dapur Baru dan Tantangan Produksi Massal

Dadan tidak menampik bahwa insiden serupa rawan terjadi pada SPPG yang masih baru beroperasi. Pergeseran dari memasak dalam skala rumahan ke produksi massal ribuan porsi membutuhkan standar prosedur, pengelolaan, dan pengalaman yang sangat berbeda.

“Kita belajar dari kasus yang terjadi di Bengkulu sebelumnya. Karena itulah, kami kini sangat menyarankan agar SPPG yang baru jangan langsung memproduksi dalam kapasitas penuh. Ibu-ibu yang biasa memasak untuk 4 hingga 10 orang di rumah, belum tentu langsung mampu mengelola proses memasak untuk 1.000 sampai 3.000 porsi sekaligus. Dibutuhkan adaptasi,” tegas Dadan.

Ia kemudian memaparkan strategi bertahap yang dianjurkan BGN. “Misalnya, ada 20 sekolah yang harus dilayani. Untuk hari pertama, cukup layani 2 sekolah dulu. Dua hari berikutnya, tingkatkan menjadi 4 sekolah, dan seterusnya. Dengan cara bertahap seperti ini, kita bisa meminimalisir risiko dan memberi waktu bagi pengelola dapur untuk beradaptasi dengan sistem yang baru.”

Komitmen Zero Accident dan Skala Pencapaian Program

Di tengah tantangan tersebut, Dadan menekankan komitmen kuat BGN untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, program MBG telah berhasil menyalurkan lebih dari 1 miliar porsi makanan kepada anak-anak sekolah di seluruh Indonesia—sebuah pencapaian yang tidak kecil.

Lebih jauh, Dadan menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya keras mewujudkan target zero accident atau nihil kecelakaan dalam pelaksanaan program MBG. Komitmen ini sejalan dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Program ini harus zero accident. Tujuan kita adalah mencetak generasi yang cerdas, sehat, dan kuat. Itu dimulai dari makanan yang mereka konsumsi. Makanan tersebut harus dikonsumsi dengan baik dan tidak boleh menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pencernaan,” pungkas Dadan.

Ringkasan Kasus Keracunan dalam Sepekan Terakhir

Selain di Baubau, sejumlah daerah lainnya juga melaporkan kejadian serupa:

  1. Lamongan, Jawa Timur: Belasan siswa SMAN 2 Lamongan dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami mual dan pusing usai mengonsumsi MBG.

  2. Garut, Jawa Barat: Pada hari yang sama, 194 siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Kadungora dilaporkan mengalami keracunan diduga dari program makanan tersebut.

  3. Empang, Sumbawa, NTB: Ratusan siswa dari berbagai sekolah diduga keracunan usai menyantap menu MBG.

  4. Gunungkidul, DIY: Sebelumnya, 19 siswa dari tiga sekolah di wilayah Semin juga mengalami gejala keracunan setelah makan menu MBG.

Rentetan insiden ini menyiratkan pentingnya pengawasan ekstra dan penerapan protokol keamanan pangan yang ketat di setiap tahapan program MBG, mulai dari pemilihan supplier, penyimpanan bahan, proses memasak, hingga pendistribusiannya.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.