, ,

Semangat Kemerdekaan, Disabilitas Baubau Belajar Bikin Cenderamata

oleh -1349 Dilihat

Baubau, Sulawesi Tenggara – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, semangat kemerdekaan tampak begitu membara di Kota Baubau. Tidak hanya warga pada umumnya, kalangan penyandang disabilitas pun turut merasakan euforia perayaan dengan cara yang berbeda. Sejumlah disabilitas di Baubau mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan cenderamata yang digelar oleh Dinas Sosial setempat, sebagai wujud pemberdayaan sekaligus peningkatan kemandirian ekonomi.

Pelatihan Khusus untuk Disabilitas

Kegiatan pelatihan ini berlangsung di aula Dinas Sosial Kota Baubau pada Senin (25/8/2025). Puluhan penyandang disabilitas, baik tunanetra, tunarungu, maupun tunadaksa, terlihat antusias mengikuti setiap arahan instruktur. Mereka diajarkan cara membuat berbagai jenis cenderamata, mulai dari gantungan kunci berbahan resin, bros dari kain flanel, hingga miniatur perahu khas Buton yang menjadi ikon daerah.

Kepala Dinas Sosial Kota Baubau menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja digelar untuk memberi kesempatan kepada penyandang disabilitas agar tetap produktif dan bisa berkontribusi dalam masyarakat.

“Semangat kemerdekaan tidak boleh membatasi siapa pun, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Lewat kegiatan ini, mereka tidak hanya berkreasi tetapi juga dapat membuka peluang usaha,” jelasnya.

Dukungan dari Pemerintah dan Komunitas

Pelatihan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah serta komunitas peduli disabilitas. Instruktur yang dihadirkan pun berasal dari kalangan pengrajin lokal yang sudah berpengalaman dalam industri kerajinan tangan.

Selain itu, hasil karya para peserta nantinya akan dipamerkan dalam Expo UMKM Baubau yang akan digelar September mendatang. Pemerintah Kota berharap, produk-produk buatan disabilitas ini bisa menarik perhatian masyarakat luas, bahkan berpotensi dipasarkan secara online untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Disabilitas
Disabilitas

Baca juga: Polsek Kapontori Gelar GPM, Sediakan Dua Ton Beras

Peserta Penuh Antusias

Salah seorang peserta, Ani (29), penyandang tunarungu, mengaku bangga bisa ikut serta. Melalui penerjemah bahasa isyarat, ia mengatakan kegiatan ini membuatnya semakin percaya diri.

“Saya senang sekali bisa belajar bikin gantungan kunci. Ternyata tidak sulit, hanya butuh ketelatenan. Saya ingin menjadikannya sebagai usaha kecil di rumah,” ujarnya.

Peserta lainnya, Jamal (35), yang merupakan penyandang tunadaksa, menambahkan bahwa kegiatan ini membuat mereka merasa lebih dihargai. “Selama ini kami kadang merasa terpinggirkan. Tapi dengan adanya pelatihan seperti ini, kami merasa punya peluang untuk maju,” katanya.

Wujud Nyata Semangat Kemerdekaan

Semangat kemandirian yang ditunjukkan para penyandang disabilitas Baubau sejalan dengan makna kemerdekaan yang hakiki. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Wali Kota Baubau dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong program pemberdayaan inklusif agar penyandang disabilitas bisa hidup lebih sejahtera. “Kemerdekaan harus dirasakan semua lapisan masyarakat. Kita ingin Baubau menjadi kota inklusif yang ramah bagi disabilitas,” ujarnya.

Penutup

Melalui pelatihan pembuatan cenderamata ini, penyandang disabilitas di Kota Baubau tidak hanya menyalurkan kreativitas, tetapi juga menanamkan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. Semangat kemerdekaan yang mereka tunjukkan menjadi inspirasi bahwa perjuangan tidak berhenti pada perayaan, melainkan terus berlanjut dalam bentuk kemandirian dan keberdayaan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.